Berkeadilan! Analisis Disparitas Gender Utilitas Rumah Sakit pada Masyarakat Miskin Perkotaan

Surabaya, 28 September 2018

Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam memanfaatan rumah sakit pada masyarakat miskin perkotaan di Indonesia. Demikian kesimpulan dari uji sederhana untuk menguji disparitas gender dalam utilitas rumah sakit berdasarkan hasil survei Riskesdas 2013.

Mengapa pada masyarakat miskin perkotaan? Mengambil fokus kajian pada populasi ini sangat beralasan. Masyarakat miskin perkotaan adalah masyarakat yang sangat rentan terhadap kejadian sakit. Sekali sakit sedikit berat, maka keadaannya menjadi jauh lebih buruk dari sekedar miskin.

Dengan unit analisis masyakat Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas, jumlah sampel Riskesdas yang dianalisis mencapai 57.296 responden. Keputusan untuk mengambil responden dengan kategori umur 15 tahun ke atas dengan asumsi bahwa pada umur tersebut responden pada saat sakit sudah bisa mengambil keputusan sendiri untuk berobat atau tidak.

Secara absolut menunjukkan persentase perempuan yang memanfaatkan rumah sakit selalu lebih banyak. Baik pada pemanfaatan rawat jalan, rawat inap, mapun rawat jalan sekaligus rawat inap. Dengan selisih sekitar 10%.

Meski demikian secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan diantara kedua jenis gender tersebut (Pearson Chi-Square=0,270). Hasil ini tentu saja cukup menggembirakan bagi para pihak yang turut mengupayakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan arah yang benar dari setiap upaya perbaikan akses masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Meski tidak menutup diri masih banyak kekurangan-kekurangan lain yang juga harus segera diupayakan perbaikannya. Menjaga tubuh tetap sehat adalah investasi yang terbaik. @dl

happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares