Era Baru Agen Kesehatan Masyarakat di Tingkat Desa

Jember – Sabtu kemarin, 23 November 2019, telah berlangsung musyawarah cabang (muscab) Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Cabang Kabupaten Jember. Acara muscab ini dikemas dengan diskusi ilmiah dengan mendatangkan secara langsung Mohamad Yoto, SKM., M.Kes., selaku Ketua Pengurus Daerah Persakmi Provinsi Jawa Timur.

Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya, pada saat ini Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), sudah menjadi tenaga kesehatan yang familiar di Kabupaten Jember.

Saya ini SKM pertama di Jember… saat itu hanya dokter, dokter gigi, perawat, bidan… saya seperti barang baru… jika menghadapi tantangan maka saya konsul ke Perguruan Tinggi… untuk itu kita semua harus peka terhadap situasi, bukan hanya menjalankan tupoksi saja, tetapi agar bisa berinovasi…,” demikian pernyataan Dyah Kusworini, SKM., M.Si., selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dalam sambutan pembukaan acara muscab tersebut.

Menyikapi situasi kesehatan masyarakat terkini, membutuhkan sinergi dan dukungan dari semua tenaga kesehatan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu, angka prevalensi stunting, dan masalah kesehatan masyarakat lainnya. “Jika ada tugas baru jangan dianggap sebagai beban, jangan mengeluh kalau saya minta by name by addres… semua (harus) benar diidentifikasi,” tegas Dyah Kusworini.

Pada kesempatan tersebut, Surya Oktikananda, SKM., M.Si, selaku Ketua Representatif Persakmi, berkesempatan menyerahkan buku “Connecting the Unconnected, Riset Aksi Partisipatif Desa Sehat Berdaya” pada Kadinkes Kabupaten Jember. Buku ini merupakan upaya dokumentasi Persakmi atas kiprahnya dalam upaya riset akti partisipatif dengan menempatkan tenaga SKM di tingkat desa.

Harapan besar memang pantas dibebankan di pundak para SKM, karena Kementerian Kesehatan saat ini sangat mendorong pembangunan kesehatan yang berorientasi pada upaya preventif dan promotif. Era baru sudah dimulai, kita mesti menata kembali regulasi dan strategi yang pro kesehatan masyarakat. Untuk tujuan tersebut diperlukan agen kesehatan masyarakat sampai dengan tingkat desa. @dl

 

happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares