Kembali ke Persakmi, Rumah SKM!

Surabaya, 06 April 2019

“Siapa kitaa? SKM bersatuu! Persakmi… rumah SKM!”

Terdengar gemuruh dan gegap gempita suara ratusan orang yang menggema di ruang Satya Husada di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Pagi cerah itu terlihat semakin bingar. Gegap gempita ini bisa terjadi karena tingginya semangat para peserta Public Health Leadership 2019 kali ini. Mengusung tagar #persakmirumahskm dan gerakan kembali ke rumah, para Sarjana Kesehatan Masyarakat yang hadir terlihat sangat antusias.

Public Health Leadership merupakan program tahunan Persakmi Jawa Timur dalam rangka berbagi dan berdiskusi tentang  isue kesehatan masyarakat terkini dalam upaya preventif dan promotif. Public Health Leadership 2019 kali ini dihadiri setidaknya 200 Sarjana Kesehatan Masyarakat dan mahasiswa kesehatan masyarakat dari seluruh penjuru Jawa Timur.

Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An,, KIC., KAP. yang berkesempatan membuka acara Public Health Leadership 2019 berpesan bahwa, “Profesi itu setahu saya terdiri dari ilmu, kompetensi, profesional, responsibility, dan etika…”. Pada kesempatan tersebut Kadinkes Provinsi Jawa Timur ini juga sempat menyitir pernyataan dr. Leimena yang berpendapat bahwa “Politik adalah etika utk mengabdi”. Sitiran ini sungguh sangat kontekstual dengan carut-marutnya perpolitikan negeri pada saat ini.

Rangkaian acara ilmiah Public Health Leadership 2019 kali ini mengambil tema “Kolaborasi Inovasi Tenaga Kesehatan Masyarakat dari Masa ke Masa dalam Bingkai Program Nasional dan Program Daerah Nawa Bhakti Satya – Jatim Cerdas dan Sehat”. Tema ini sengaja dipilih untuk menunjukkan tekat para Sarjana Kesehatan Masyarakat di Jawa Timur yang peduli dan mendukung program gubernur terpilih Jawa Timur yang baru, Khofifah Indar Parawangsa, M.Si.

Pada sesi seminar panel yang dipandu Sugeng Harijanto, SKM., MPH (Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS Haji Surabaya), menghadirkan Hanifa Maher Denny, SKM., MPH., Ph.D sebagai pembicara pertama yang memaparkan tentang profesi kesehatan masyarakat. Hanifa, yang merupakan Ketua Dewan Pakar Persakmi ini banyak mengupas tentang profesi kesehatan masyarakat dari perspektif pengalaman beberapa negara.

Pembicara ke-dua, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., Ph.D memaparkan tentang peluang dan tantangan implementasi healthy city di Indonesia dan pengalaman di beberapa wilayah. Ketua Pengda Persakmi Sulawesi Selatan ini juga dengan sangat persuasif memompa semangat para Sarjana Kesehatan Masyarakat yang hadir untuk tidak ragu berkiprah melalui Persakmi.

Pembicara ke-tiga, Ninik Susmiati, SKM., M.Kes, memaparkan tentang pengalamannya tentang kiprah Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam memimpin fasilitas pelayanan kesehatan. Kepala Dinas Kabupaten Bojonegoro ini sebelumnya adalah seorang Direktur RS Padangan di Bojonegoro.

Momentum Public Health Leadership juga menghadirkan serangkaian workshop yang terdiri dari 5 kelas dengan tema yang beragam. Rangkaian workshop tersebut adalah “Bersama mencegah DBD melalui Penguatan Kualitas Tata Kelola Program dan Pemberdayaan Masyarakat”; “Intervensi Program Stunting Mulai Pra-Konsepsi”; “Penguatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Masyarakat sebagai Manajer Program HIV dan TBC di Kabupaten/Kota”; “Kontinuitas Aktualisasi Digital Design Pesan Kesehatan Masyarakat”; dan “Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat sebagai Health Manager dan Health Investigator di Puskesmas”.

Menariknya, rangkaian acara sesi ilmiah diikuti juga dengan happening art yang menampilkan ratusan Sarjana Kesehatan Masyarakat yang menampilkan formasi bertuliskan “SKM”. Gegap gempita dan semangat untuk kembali ke rumah #persakmirumahskm terasa sampai acara berakhir di sore hari. Aktifnya para Sarjana Kesehatan Masyarakat mengikuti keseluruhan acara ini adalah bukti kerinduan untuk kembali pulang ke Persakmi. @dl

happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares