Kementerian Kesehatan Apresiasi Studi Psikososial Persakmi

Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia bersama Ikatan Alumni Universitas Airlangga Komisariat Fakultas Kesehatan Masyarakat kembali menggelar diskusi zoom webinar dengan tagline #KolaborAKSISEHATkanNegeRI, mengangkat topik “Survei Psikososial Masyarakat Indonesia di Masa Pandemi Covid-19” pada hari Minggu, 21 Juni 2020 yang juga disiarkan secara langsung melalui chanel youtube IKA FKM Unair. Diskusi diikuti sekitar 1200 orang peserta, baik yang bergabung melalui zoom webinar dan live streaming youtube
Sambutan sekaligus membuka forum diskusi zoom webinar, disampaikan Prof Ridwan Amiruddin, Ketua Umum PP Persakmi. Di tengah masa pandemi Covid-19, perlu penguatan studi yang terkait Covid, termasuk tentang psikososial. Studi yang berbasis sains sangat diperlukan dalam proses penyelesaian yang lebih efisien dan efektif dalam penanganan Covid-19.
Survei studi psikosial masyarakat Indonesia di masa pandemi Civid-19 dilakukan oleh Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga Komisariat Fakultas Kesehatan Masyarakat (IKA FKM UA). Survei diikuti oleh sekitar 8031 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Survei dilaksanakan selama 8 hari (6-13 Juni 2020) melalui daring (online).
Diskusi zoom webinar diawali diseminasi hasil survei psikososial secara panel oleh tim peneliti, yang diwakili oleh Hario Megatsari dan Mursyidul Ibad.
Oscar Primadi menyampaikan dalam konteks pemerintahan, sangat membutuhkan studi riset sebagai input dalam rangka pembuatan kebijakan penanganan Covid-19. “Persakmi sebagai bagian penting dalam upaya bersama-sama dari unsur organisasi profesi untuk memotret yang lebih luas lagi”, ujarnya.
Dalam teori komunikasi, bila ada kepanikan, maka diperlukan komunikasi risiko yang baik. Pada situasi pandemi Covid-19, saat vaksin belum ditemukan, mau tidak mau diperlukan kesiapan beradaptasi baru (new life normal) harus terus didengungkan kepada masyarakat. Saat ini mungkin kecemasan terhadap Covid, bergeser pada dampak seperti aspek ekonomi dan sosial masyarakat.
Oscar Primadi menyampaikan bahwa kedepan Covid akan menjadi endemis, sehingga langkah kesiapan adaptasi baru terus disosialisasikan, yaitu kampanye protokol kesehatan cegah Covid. Tak kalah pentingnya, peran pemerintah daerah melakukan upaya yang terstruktur dan masif dalam menyiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan, bagaimana menyiapkan masyarakat menghadapi adaptasi baru saat ini.
Pengaturan prioritas sektor pembukaan kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan juga disiapkan oleh pemerintah. Perkuat konsolidasi, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, akademisi, praktisi dan organisasi profesi. “Evaluasi rutin terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dan adaptasi baru juga penting dilakukan, termasuk seperti yang dilakukan Persakmi saat ini”, paparnya.
Berkenaan dengan kesehatan mental dan jiwa, Kementerian Kesehatan juga sudah menyiapkan dalam rangka antisipasi kecemasan aspek psikososial. “Panduan protokol pencegahan Covid, layanan telemedicine, konsultasi interaktif, artikel dan informasi kesehatan, portal regulasi terbuka aksesnya, dan sinkronisasi pengolahan data dan informasi yang disampaikan oleh juru bicara, adalah cara mereduce munculnya kecemasan”, jelasnya.
Oscar berharap, penelitian tidak berhenti di forum diskusi saja, tetapi bagaimana potret studi ini dapat menjadi feedback bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang dapat dielaborasi sampai dengan menjadi bahasa masyarakat yang dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami menunggu itu, terima kasih kepada Persakmi yang telah menyusun kajian studi ini”, apresiasinya.
Diskusi yang dimoderatori oleh Estiningtyas Nugraheni, Pengurus Pusat Persakmi dan Ketua IKA Komisariat FKM Unair, berlangsung kurang lebih 3 jam. Esti berharap agar stakeholder pemangku kebijakan dapat benar-benar mendengarkan dan mencermati studi psikososial masyarakat Indonesia di masa Pandemi Covid-19
happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares