Peluang Lulusan Pendidikan Kesehatan Masyarakat Terbuka di Segala Bidang

Peran Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) dalam mewujudkan masyarakat hidup sehat sangat penting. Tidak hanya di sektor kesehatan dan maupun pelayanan medis, namun di berbagai bidang pekerjaan terkait, seperti: bidang boga, bidang keselamatan dan kesehatan bangunan yang harus masuk di dalam konsep pekerjaan teknik arsitektur dan sipil.

“Naik tangga itu bisa nggak capek kalau tidak memakai standar tinggi tiap anak tangga (maksimal 15 cm) dengan pemakai antropometri orang Indonesia,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi), Hanifa Maher Denny, SKM, MPH, Ph.D.

Dekan FKM Universitas Diponegoro ini mengungkapkan saat ini untuk mendukung kompetensi SKM, setiap lulusan diberikan Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah (SKPI).

“Saat ini yang muda jangan hanya pergi kampus, pulang, kongkow dan ke kampus lagi. Kami membuat gebrakan agar lulusan SKM memiliki kemampuan leadership dan karakter yang COMPLETE atau mumpuni sebagai Communicator Professional Leader Enterpreneur Thinker ,” jelasnya dalam seminar ‘Seminar Peluang dan Tantangan Tenaga Kesehatan Masyarakat dalam Mendukung Program Indonesia Sehat’ di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Minggu (27/8/2017).

Dengan keaktifan SKM diharapkan ketika terjun ke lapangan mereka tidk hanya menguasai teori, tetapi sudah bisa diajak bicara aksi nyata kesehatan di masyarakat. Termasuk diantaranya menggalakkan Program Kreativitas Mahasiswa untuk terus mengkaji sumber daya alam Indonesia yang bermanfaat.

“Sekarang yang kami galakkan bagaimana memilih makanan agar tidak memilih bahan import hasil modifikasi genetik. Kami edukasi betapa banyak bahan lokal Indonesia yang jadi produk terkenal dari negara lain. Misalkan: umbi suweg dari Jatim di ekspor dan terkenal menjadi konjaku/herbal gelatin di jepang. Mestinya orang Indonesia yang memanfaatkan, makanya ada PKM yang disasar pada mahasiswa untuk mengembangkannya,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini juga sedang dirancang program keprofesian untuk SKM agar bisa berperan layaknya tenaga medis. Profesi ini akan dibuat generalis/umum untuk efisiensi pembiayaan tenaga kesehatan di daerah nantinya. Institusi yang membuka prodi S1 harus memiliki pengembangan peminatan: 1). Administrasi dan Kebijakan Kesehatan. 2). Biostatistik dan kependudukan, 3). Kesehatan reproduksi, 4). Epidemiologi dan entomologi kesehatan, 5). Pendidikan Kesehatan dan llmu Perilaku, 6). Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
7). Gizi kesehatan masyarakat, serta 8). Kesehatan Lingkungan.

“SKM di Indonesia berkiprah pada berbagai area, baik sebagai pegawai negeri, pegawai swasta, maupun wiraswata. Pekerjaan yang dijalankan bervariasi dengan sasaran individu, keluarga, institusi, kelompok, masyarakat, maupun organisasi,” ujarnya.

Ketua Pengda Persakmi Jatim, Mochammad Yoto, SKM, M.Kes menambahkan bahwa pendidikan profesi yang generalis akan lebih efisien mengingat peta kemampuan pendanaan di berbagai daerah. Dengan aturan dalam UU nomor 36 tahun 2014, disebutkan tenaga kesehatan masyarakat merupakan salah satu kelompok tenaga kesehatan. Sehingga pendidikan profesi sangat dibutuhkan untuk menguatkan perannya. Dengan profesi generalis, artinya tenaga kesehatan masyarakat memiliki kemampuan yang umum, tidak perlu terlalu banyak mengumpulkan spesialis dalam satu daerah.

“Jadi kemampuannya dasar serta komprehensif bidang kesehatan masyarakat di satu daerah bisa ditempatkan SKM yang telah mengikuti pendidikan profesi generalis. Jika butuh penanganan lebih lanjut baru dibawa ke spesialis,” ujarnya.

Sumber : berita koran harian Surya, 28 Agustus 2017

 

***

Informasi Lowongan Kerja Sarjana Kesehatan Masyarakat, Puskesmas, Rumah Sakit, Lowongan Kerja SKM, Indonesia, Informasi lowongan kerja, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Informasi Kesehatan Masyarakat, Infokesmas, Ilmu Kesehatan Masyarakat, PNS, Promosi Kesehatan, Kesmas, Swasta, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Epidemiologi, Gizi Kesehatan Masyarakat, PKIP, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, AKK, CPNS, Kesehatan Lingkungan, Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, Biostatistika, Demografi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, IKM, SKM, Lowongan Kerja SKM, Indonesia, NGO, LSM, Informasi lowongan kerja, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesmas, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Epidemiologi, Gizi Kesehatan Masyarakat, PKIP, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, ASN, Informasi Kesehatan Masyarakat, Infokesmas, AKK, Kesehatan Lingkungan, Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, Biostatistika, Demografi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, IKM, SKM, Lowongan Kerja SKM, Indonesia, Lowongan Kerja, Informasi lowongan kerja, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pegawai Negeri Sipil, Puskesmas, Rumah Sakit, Promosi Kesehatan, Kesmas, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Epidemiologi, Gizi Kesehatan Masyarakat, Informasi Kesehatan Masyarakat, Infokesmas, PKIP, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, AKK, Kesehatan Lingkungan, Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, Biostatistika, Demografi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, IKM,PNS, CPNS SKM, Lowongan Kerja SKM, Indonesia, Informasi lowongan kerja, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesmas, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Epidemiologi, Gizi Kesehatan Masyarakat, PKIP, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, AKK, Kesehatan Lingkungan, Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, Biostatistika, Demografi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, IKM, NGO, LSM

happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares