Program “Tasikmalaya Health School for Teenager” dari SKM untuk Generasi Sehat dan Cerdas di Kota Tasikmalaya

*Oleh: Deni Frayoga, S.KM

Kesehatan masyarakat merupakan investasi pembangunan manusia, suatu bangsa akan memiliki masa depan yang cerah jika memang memiliki generasi muda yang sehat dan cerdas. Kondisi idealnya memang harus seperti itu, tetapi fakta di lapangan banyak ditemukan masalah kesehatan pada remaja sebagai generasi muda. Permasalahan harus menjadi perhatian para pemangku kebijakan di bidang kesehatan, praktisi kesehatan dan kalangan akademisi kesehatan untuk menarik intervensi ke sektor hulu yaitu remaja itu sendiri. Intervensi kesehatan jangan hanya berfokus pada kuratif saja namun preventif dan promotif harus sangat diperhatikan agar remaja mampu melakukan pencegahan dan mampu berperilaku sehat.

Tasikmalaya merupakan salah satu kota metropolis di Provinsi Jawa Barat. Semula Tasikmalaya ini merupakan Kabupaten yang wilayahnya luas melebihi Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung barat), sehingga pada tanggal 17 oktober 2001 dilakukan pemekaran menjadi Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya. Kota Tasikmalaya selain dipandang sebagai kota metropolitan juga sebagai kota pusat kuliner kedua setelah Kota Bandung. Tasikmalaya sebagai kota metropolitan dan pusat kuliner memiliki dampak kesehatan terutama pada remaja. Baik akibat dari gaya hidup seperti pola konsumsi maupun pergaulan remaja yang tidak terkendali. Permasalahan kesehatan pada remaja harus ditanggulangi oleh program atau intervensi yang menjadikan remaja bukan hanya sebagai objek namun juga sebagai subjek. Remaja perlu dibekali pengetahuan yang mumpuni terkait kesehatan remaja, serta perlu diberdayakan sebagai agen-agen kesehatan remaja.

Menjawab permasalahan tersebut maka dalam hal ini saya di Tasikmalaya membentuk suatu program yang diberi nama Tasikmalaya Health School For Teenager. Program ini berfokus pada peningkatan pengetahuan serta pemberdayaan remaja-remaja usia sekolah di Tasikmalaya. Seperti namanya Health school, kegiatan ini memang seperti halnya sekolah kesehatan bagi remaja. Kegiatan ini masuk melalui kegiatan UKS di sekolah, dengan menggunakan kurikulum Health school. Pada kurikulum health school ada beberapa bidang keilmuan yang dinilai penting dan dijadikan bahan ajar bagi remaja yaitu diantaranya:

  1. Penyakit menular
  2. Penyakit tidak menular (NCDs)
  3. Kesehatan reproduksi remaja
  4. Kesehatan lingkungan dan sanitasi sekolah
  5. Gizi remaja
  6. Promosi kesehatan sekolah
  7. Narkoba dan tobacco Control
  8. Pertolongan pertama (PP)

 

Gambar 1: Logo Tasikmalaya Health School For Teenager. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Metode pembelajaran dilakukan dengan metode konvensional, problem based learning, simulasi dan praktik. Metode konvensional dilakukan dengan cara pemberian materi oleh fasilitator dengan media modul, dan powerpoint. Pada metode ini durasi setiap pertemuan 60 menit. Sasaran kader remaja, tentunya menjadi tantangan bagi saya dan tim dalam pembuatan modul dan powerpoint agar terkesan menyenangkan dan mudah dipahami.

Gambar 2: Metode Konvensional. Sumber: Dokumentasi SMAN 6 Tasikmalaya (kanan) & SMPN 1 Cisayong (kiri

Problem based learning adalah metode yang digunakan dengan cara diskusi kasus, peserta diberikan kasus kemudian didiskusikan untuk pemecahan masalahnya. Metode ini diadopsi dari cara belajar di perkuliahan, dengan menggunakan beberapa langkah yaitu membaca skenario kasus dan klarifikasi istilah yang tidak dipahami, menganalisis kasus, dan membuat solusi atau problem solving.

Gambar 3: Susana pada problem based learning. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Metode simulasi dilakukan dengan menggunakan games edukasi misalnya permaianan ular tangga penyakit menular, sedangkan praktik yaitu belajar praktik pada materi tertentu yang dianggap penting seperti pada gizi mengukur berat badan tinggi badan dan menghitung Indeks massa tubuh (IMT), pada materi Hipertensi melakukan tensi darah.

Gambar 4: Metode Simulasi Games. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Selain metode-metode diatas, dalam program Tasikmalaya Health School for Teenager juga dilakukan metode penugasan. Metode penugasan ini dilakukan untuk menambah kreatifitas peserta. Sehingga penugasan yang diberikan adalah berupa media-media promosi kesehatan yang dikreasikan sesuai kreatifitas masing-masing peserta.

 

 

Gambar 5: Praktik pertolongan Pertama (kanan) dan Praktik Pemeriksaan Gizi (kiri). Sumber: Dokumentasi Pribadi

Para peserta health school tahun pertama dijadikan sebagai kader-kader kesehatan yang bertugas melakukan preventif dan promosi kesehatan sekolah. Selain itu juga mereka mendapatkan tugas untuk transfer knowledge kepada adik kelas yang akan dijadikan sebagai penerus kader kesehatan di sekolah. Sehingga saat peran fasilitator lebih pada monitoring dan evaluasi serta upgrading para kader kesehatan. Program ini memang sudah berjalan selama 1 tahun dan tim akan melakukan pembinaan pada sekolah lainnya, sehingga Tasikmalaya Health School for Teenager dapat menjadi solusi promosi kesehatan bagi remaja usia sekolah di semua sekolah di Kota Tasikmalaya.

 

Gambar 6: Hasil Karya Penugasan melalui Poster. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Program Tasikmalaya Health School for Teenager untuk tahun pertama telah dilaksanakan di 2 sekolah di Tasikmalaya yaitu SMAN 6 Kota Tasikmalaya dan SMPN 1 Cisayong. Program ini sangat ideal dilakukan di berbagai wilayah Indonesia dengan menjadikan remaja sebagai objek dan subjek kesehatan remaja.

Peran Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) sangat luas, dimana ada masalah kesehatan maka disitulah SKM ditantang untuk memberikan solusi. Sepertinya halnya program Tasikmalaya Health School for Teenager yang merupakan program solusi dari SKM untuk remaja di Kota Tasikmalaya.

 

“Tasikmalaya Health School for Teenager adalah karya dan aksi SKM untuk generasi sehat dan cerdas di Tasikmalaya”

 

***

*Deni Frayoga, S.KM lahir di Tasikmalaya pada 5 Desember 1993. Pria yang bertugas sebagai Pencerah Nusantara ini meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat dari Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 2015. Sejak duduk di bangku kuliah, Deni aktif di himpunan mahasiswa di kampusnya dan juga Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI). Dua tahun lalu, pria berkacamata ini juga berhasil menyabet medali emas di Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) yang diadakan di Universitas Haluoleo, Kendari. Jiwa pengabdiannya masih melekat erat. Saat ini dia juga sedang aktif merintis pembentukan Persakmi Cabang Kota Tasikmalaya. 

***

 

 

***

***

Informasi Lowongan Kerja Sarjana Kesehatan Masyarakat, Puskesmas, Rumah Sakit, Lowongan Kerja SKM, Indonesia, Informasi lowongan kerja, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Informasi Kesehatan Masyarakat, Infokesmas, Ilmu Kesehatan Masyarakat, PNS, Promosi Kesehatan, Kesmas, Swasta, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Epidemiologi, Gizi Kesehatan Masyarakat, PKIP, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, AKK, CPNS, Kesehatan Lingkungan, Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, Biostatistika, Demografi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, IKM, SKM, Lowongan Kerja SKM, Indonesia, NGO, LSM, Informasi lowongan kerja, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesmas, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Epidemiologi, Gizi Kesehatan Masyarakat, PKIP, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, ASN, Informasi Kesehatan Masyarakat, Infokesmas, AKK, Kesehatan Lingkungan, Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, Biostatistika, Demografi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, IKM, SKM, Lowongan Kerja SKM, Indonesia, Lowongan Kerja, Informasi lowongan kerja, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pegawai Negeri Sipil, Puskesmas, Rumah Sakit, Promosi Kesehatan, Kesmas, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Epidemiologi, Gizi Kesehatan Masyarakat, Informasi Kesehatan Masyarakat, Infokesmas, PKIP, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, AKK, Kesehatan Lingkungan, Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, Biostatistika, Demografi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, IKM,PNS, CPNS SKM, Lowongan Kerja SKM, Indonesia, Informasi lowongan kerja, Sarjana Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesmas, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Epidemiologi, Gizi Kesehatan Masyarakat, PKIP, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, AKK, Kesehatan Lingkungan, Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, Biostatistika, Demografi, Sarjana Kesehatan Masyarakat, IKM, NGO, LSM

 

 

 

happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares