Aher Terima Penghargaan Kesehatan Masyarakat Award

Bandung, 7 Mei 2018.

Suasana Ballroom Grand Pasundan pagi ini pecah dengan riuh rendah suara tepuk tangan, saat Dr (HC). H. Ahmad Heryawan, LC., M.Si., ditasbihkan menerima Kesehatan Masyarakat Award dari Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi). Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Aher itu menerima penghargaan atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Provinsi Sehat pada Kategori Pembina Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Provinsi Provinsi (Swasti Saba 2017).

Pada forum yang dihadiri 587 peserta ini, penerimaan penghargaan oleh Aher diwakili oleh Kepala UPTD Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Barat, I Wayan Agus Suradi, SKM., MPH.. Penghargaan bergengsi dari organisasi yang berfokus pada preventif dan promotif ini berlangsung dalam rangkaian acara Rapat Kerja Nasional Persakmi yang ke-VII.

Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Wayan menyatakan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diterima jajarannya. Pria paruh baya berkacamata ini membacakan sambutan dari Gubernur yang menyatakan sangat mengapresiasi dan mendukung upaya yang dilakukan oleh Persakmi dalam upayanya untuk menginisiasi pendirian Pendidikan Profesi Kesehatan Masyarakat. “Saya doakan semoga upaya yang dilakukan ini membawa kemaslahatan bagi masyarakat, ” tutup Wayan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH., selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Persakmi dalam sambutannya menyatakan, “…semoga award ini dapat menjadi penambah semangat untuk terus berkarya di bidang kesehatan masyarakat dengan lebih intens sehingga pencapaian IPM Provinsi Jawa Barat semakin berkualitas.”

Lebih lanjut pria asli Makasar ini berharap bahwa apa yang telah dicapai oleh Aher dan Provinsi Jawa Barat ini bisa menjadi teladan bagi provinsi lain di Indonesia dalam pembinaan kesehatan masyarakat.

Selain pemberian penghargaan dan seminar, even Rakernas VII Persakmi ini juga dilengkapi dengan serangkaian workshop menarik. Ada 4 materi workshop yang dilaksanakan secara parallel. Peserta bisa memilih materi workshop yang sesuai dengan kebutuhan dan passion-nya.

Keempat topik workshop tersebut adalah “Best Practices Transfer Program Kota Sehat”, “Pemanfaatan Software Demografi untuk Perhitungan Indikator Kesehatan dan Kependudukan”, “Manajemen Praktis Program”, dan “Drafting Policy Brief”. @dl

 

 

happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares