Persakmi akan Menempatkan Pendamping di Desa pada Penanganan Stunting di Kabupaten Kediri

Kediri, 23 Mei 2019

Dalam pertemuan advokasi penanganan balita stunting di Kabupaten Kediri, Persakmi Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk turut langsung dalam penanganan di tingkat masyarakat. Organisasi profesi para Sarjana Kesehatan Masyarakat sedianya akan menempatkan pendamping di tengah-tengah masyarakat.

Dr. Irfan Hadi, SKM., M.Kes

Dr. Irfan Hadi, SKM., M.Kes, selaku koordinator program dari Persakmi Jawa Timur menerangkan, “Kita akan menempatkan satu fasilitator di setiap desa. Setiap fasilitator ini selain mendampingi masyarakat, juga akan menjadi penghubung dengan kita, tim teknis gabungan dari berbagai unsur…”.

Akademisi dari UINSA jebolan program doktor dari Universitas ini menjelaskan bahwa pendamping yang ditempatkan di desa tidak berdiri sendiri. Pendamping dengan fungsi fasilitator ini akan didukung dengan tim teknis dari unsur programmer dinas kesehatan, akademisi dan juga peneliti.

“Intinya mereka ini (pendamping) akan bertindak seperti penghubung. Mereka ini akan menjadi kepanjangan tangan kita (Persakmi) di lapangan. Mereka akan tinggal bersama di tengah-tengah masyarakat setidaknya selama 7 bulan…”.

Pria hitam manis asli kelahiran Kediri ini kembali menekankan bahwa pendamping yang ditempatkan di desa bukanlah satu-satunya sumber daya yang diinvestasikan Persakmi Jawa Timur dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Kediri. Di belakang para pendamping berdiri unsur-unsur lain sebagai tim teknis yang berkomitmen dalam program ini. Tim teknis ini akan menjadi backbone untuk penyelesaian setiap masalah yang ditemukan di desa sasaran. @dl

 

happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares