Penderita DM Harus Melawan Mager

Semarang, 5 Mei 2018.

Data trend hasil survei Riset Kesehatan Dasar besutan Badan Litbang Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan yang sangat pesat proporsi penderita Diabetes Mellitus (DM) atau yang lazim disebut kencing manis. Pada tahun 2007 Riskesdas menemukan angka 1,1% jumlah penderita DM di Indonesia. Angka ini kemudian melonjak tajam menjadi 2,1% pada tahun 2013.

Angka prevalensi penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah ini meningkat mengikuti kecenderungan peningkatan penyakit-penyakit degeneratif lainnya. Tercatat penyakit hipertensi atau darah tinggi meningkat dari 7,6% pada tahun 2007 menjadi 9,5% pada tahun 2013. Sedangkan penderita stroke yang pada tahun 2007 pada kisaran 8,3% menjadi 12,1% pada tahun 2013.

Menariknya, pola-pola ini juga mengikuti pola ‘kemakmuran’ masyarakat kita yang ditandai dengan semakin membengkaknya tubuh, menjadi obese atau kegemukan. Proporsi laki-laki dewasa berumur >18 tahun yang obese (IMT>25) pada tahun 2007 sebesar 13,9%, meningkat menjadi 19,7% pada tahun 2013.

Bagaimana dengan obese pada perempuan? Setali tiga uang, sama saja! Pada tahun 2007 perempuan obese ada 14,8%, dan meningkat tajam menjadi dua kalinya pada tahun 2013 menjadi 32,9%.

Lalu bagaimana cara kita lepas dari semua masalah itu? Atau minimal menguranginya.

Mager atau malas gerak adalah ‘penyakit’ sumber semua masalah tersebut. Jadi #melawanmager adalah salah satu cara efektif untuk melawan semua penyakit degenerative. Kita harus bergerak.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Yitno dan Riawan (2017) menemukan bukti bahwa jalan kaki ringan selama 30 menit terbukti dapat menurunkan kadar gula darah. Studi yang dilakukan pada 24 Lansia penderita DM tipe 2.

Sementara itu hasil penelitian Fauzi (2013) menunjukkan variasi yang lebih menarik. Fauzi membuktikan bahwa intensitas jalan kali dengan kecepatan yang berbeda secara meyakinkan terbukti berbeda dalam kontribusinya menurunkan kadar gula darah.

Jadi bagaimana? Masih males buat bergerak? @dl

 

Sumber:

  • Riskesdas 2007 & 2013
  • Yitno dan Riawan, 2017. Pengaruh Jalan Kaki Ringan 30 Menit terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. DOI 10.30994/sjik.v6i2.2
  • Fauzi, 2013. Intensitas Jalan Kaki terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah. DOI 10.15294/kemas.v8i2.2633

 

 

happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares