Mayoritas Masyarakat Indonesia Alami Kecemasan di Masa Pandemi Covid-19

(Rilis Hasil Survei Psikososial Masyarakat Indonesia di Masa Pandemi Covid-19)
Demikian kesimpulan dari survei studi psikosial masyarakat Indonesia di masa pandemi Civid-19 yang dilakukan oleh Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga Komisariat Fakultas Kesehatan Masyarakat (IKA FKM UA). Survei ini diikuti oleh sekitar 8031 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Survei dilaksanakan selama 8 hari (6-13 Juni 2020) melalui daring (online).
Paparan hasil survei psikososial masyarakat Indonesia di masa pandemi Covid-19 disampaikan oleh salah satu tim peneliti survei psikososial, Hario Megatsari, S.KM, M.Kes pada kegiatan zoom webinar Kolaborasi Sehatkan Negeri, yang diselenggarakan pada hari Minggu, 21 Juni 2020. Fisto, begitu biasa dipanggil juga merupakan ketua departemen PKIP(Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.
Lebih dari 50% responden mengalami kecemasan, dengan kategori cemas dan sangat cemas pada berbagai konteks kehidupan mereka, yaitu pendidikan, ekonomi, pekerjaan, agama dan sosial interaksi masyarakat. Terdapat 67% responden alami kecemasan di aspek hubungan social interaksi masyarakat. Pada aspek agama/reliji, terdapat 55% responden alami kecemasan. Sementara itu, 63% responden alami kecemasan di aspek pekerjaan. Sedangkan di aspek ekonomi, terdapat 58% responden yang alami kecemasan. Selanjutnya, di aspek pendidikan, didapati prosentase terbanyak yaitu 74% responden yang alami kecemasan.
Sementara itu, berdasarkan tingkat kecemasan pada karakteristik responden. Masyarakat yang berumur 30-39 tahun mengalami kecemasan yang terbanyak, sekitar 76%. Kaum perempuan adalah dominan yang alami kecemasan, yaitu 77,7%. Sementara 64,6% dari kaum pria alami kecemasan di masa pandemi Covid-19.
image.png
Kaum Perempuan Lebih Dominan Alami Kecemasan dibandingkan Kaum Pria, yaitu 77,7%
Berdasarkan karakteristik agama responden, semua pemeluk agama mayoritas (lebih dari 50%) mengalami kecemasan, dimana pemeluk agama budha tertinggi yang alami kecemasan, mencapai 83,3%.
Dari status pernikahan, kaum jomblo yang paling banyak alami kecemasan yaitu 74,7%. Sedangkan responden yang telah berkeluarga alami kecemasan sekitar 72,7%.
image.png
Kaum Jomblo Alami Kecemasan di Masa Pandemi Covid-19
Sementara itu, responden yang tingkat pendidikannya minimal SMA alami kecemasan yang terbanyak, yaitu 77,8%. Sedangkan lulusan perguruan tinggi, alami kecemasan sekitar 71,1%.
Mereka yang tidak/belum bekerja adalah terbanyak yang alami kecemasan, yaitu 75,3%. Disusul kemudian pekerja swasta menyusul berikutnya sekitar 75,7%. Sedangkan para ibu rumah tangga, sekitar 74,4%.
Dari hasil analisis statistic (uji multivariate menggunakan multinomial logistic regression), ada 4 variable yang signifikan yaitu, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. Terdapat kecenderungan bahwa semakin berumur, maka semakin rendah kemungkinan untuk mengalami kecemasan dengan kategori tinggi. Sementara itu, laki-laki memiliki kemungkinan lebih rendah dibanding perempuan untuk mengalami kecemasan dengan kategori tinggi. Tingkat pendidikan yang tinggi merupakan faktor protektif dari kecemasan. Sementara itu, bekerja sebagai PNS/Polisi/TNI memiliki kemungkinan lebih rendah untuk mengalami kecemasan.
Isu aktual dunia saat ini adalah merebaknya Corona virus Disease-19 (COVID-19) menjadi Pandemi yang berdampak global pada derajat kesehatan masyarakat dunia. Dampak wabah COVID-19 tidak saja dirasakan dari sisi kesehatan atau kematian. Namun juga terhadap psikososial bagi warga di mana saja, termasuk di Indonesia. Masyarakat yang cemas dengan kemungkinan tertular virus tersebut, juga alami kecemasan terhadap dampaknya akan mempengaruhi tatanan kehidupan mereka, baik pendidikan, ekonomi, agama, pekerjaan hingga interaksi sosial.
happy wheels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares