Legalitas (Badan Hukum) Persakmi

Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (The Indonesian Public Health Union /IPHU), berbadan hukum sebagaimana Akte Notaris : No. 3 Tanggal 29 Oktober 2009 dibuat oleh Notaris Soewondo Rahardjo, SH, serta mendapat pengesahan dari Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: AHU-07.AH.01.06 Tahun 2010, tertanggal 25 Januari 2010.

Organisasi ini didirikan di Kota Makasar pada tanggal 21 Mei 1998 dengan nama Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI), kemudian berganti nama menjadi Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) pada tanggal 8 Agustus 2009 di Semarang dan berkembang seiring dengan perkembangan Undang-Undang No 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, menjadi Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) pada tanggal 7 September 2017 di Padang untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Kantor Pimpinan Organisasi tingkat Pusat berkedudukan dimana ketua umum pengurus pusat berada (Makassar) dan mempunyai kantor di ibu kota Negara (Pondok Jaya III no 5B Pela Mampang Jakarta Selatan)

 

Persakmi sebagai Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan Masyarakat

Bahwa berdasarkan hasil Musyawarah Nasional Persakmi ke 5 yang telah diselenggarakan pada tanggal 5-7 September 2017, di kota Padang – Sumatera Barat, menetapkan bahwa Persakmi (Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia) sebagai organisasi yang menghimpun para Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) dan Profesional Kesehatan Masyarakat (sebagai produk pendidikan profesi kesmas level 7).

Persakmi sebagai organisasi profesi tenaga kesehatan masyarakat (SKM dan Profesional Kesehatan Masyarakat), dengan mempertimbangkan anggota yang homogen dan merupakan seminat dan seprofesi, yang ditandai dengan kesamaan mayoritas kurikulum pendidikannya. Hal ini selaras dengan UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan, pasal 1 ayat 16, bahwa “Organisasi profesi adalah wadah untuk berhimpun tenaga kesehatan yang seprofesi”.

Persakmi memiliki visi baru yaitu Menjadi organisasi profesi kesehatan masyarakat penggerak utama pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia dengan tujuan Terlaksananya organisasi profesi yang mandiri, dan profesional sebagai wadah untuk meningkatkan serta mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan, martabat maupun etika profesi para anggotanya”. Visi dan tujuan Persakmi sejalan dengan amanat UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan, pasal 50 ayat 1, yang menyatakan bahwa “Tenaga kesehatan harus membentuk organisasi profesi sebagai wadah untuk meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan, martabat dan etika profesi tenaga kesehatan”.

Persakmi mempunyai kelengkapan dengan kolegium tenaga kesehatan masyarakat. Keberadaan Kolegium Tenaga Kesehatan Masyarakat Indonesia merupakan badan otonom Persakmi yang berfungsi mengembangkan cabang disiplin ilmu dan standar pendidikan kesehatan masyarakat. Kolegium Tenaga Kesehatan Masyarakat Indonesia di bawah naungan Persakmi berupa himpunan seminat tenaga kesehatan masyarakat dalam suatu bidang dan area tertentu, dimana Sarjana Kesehatan Masyarakat dan professional kesehatan masyarakat berada. Keberadaan kolegium tenaga kesehatan ini, seiring dengan amanat UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan, pasal 51 ayat 1, 2 dan 3, yang intinya menyatakan bahwa untuk mengembangkan cabang displin ilmu dan standar pendidikan tenaga kesehatan, organisasi profesi dapat membentuk kolegium masing-masing tenaga kesehatan.

Kami laporkan juga, saat ini kepengurusan Persakmi di tingkat propinsi (pengurus daerah) telah tersebar di 32 propinsi di Indonesia, sementara 2 propinsi sisanya dalam tahap proses pembentukan. Kami targetkan dalam waktu 1 tahun pasca Munas Persakmi, kepengurusan Persakmi di tingkat propinsi sudah tersebar di seluruh Indonesia.

 

Kegiatan Pengembangan Organisasi dan Kapasitas Anggota Persakmi

Berbagai kegiatan pengembangan dan peningkatan kapasitas bagi para anggota Persakmi yang selama ini telah diselenggarakan adalah :

  1. Sebagai media koordinasi, komunikasi, serta peningkatan kapasitas (sharing opportunity, experience and information) Sarjana Kesehatan Masyarakat di Indonesia melalui website dan media sosial (persakmi.or.id) , fans page facebook : Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia, mailing list : inspiring_skm@googlegroups.com , twitter, serta media jejaring lainnya)
  2. Memfasilitas informasi lowongan karir/kerja bagi para Sarjana Kesehatan Masyarakat, melalui media sosial (website dan facebook). Hasilnya website Persakmi menjadi hasil pencarian teratas dengan kata kunci “Lowongan Kesehatan Masyarakat”
  3. Berpartisipasi aktif dalam sosialisasi, penggerakkan dan pengurusan Surat Tanda Registrasi bagi Sarjana Kesehatan Masyarakat sebagai bagian dari tenaga kesehatan, dengan bekerjasama dengan MTKP di tingkat Propinsi
  4. Penyelenggaraan pelatihan jabatan fungsional bekerjasama dengan Bapelkes di beberapa wilayah
  5. Penyelenggaraan Publich Health Leadership Workshop bagi para Sarjana Kesehatan Masyarakat, agar para SKM memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang lebih handal
  6. Penyelenggaraan workshop dan seminar yang bertemakan kesehatan masyarakat, mulai dari tingkat regional, nasional dan internasional.
  7. Penyusunan buku Gugus Opini Kesehatan Masyarakat, yang sampai dengan saat ini telah memasuki jilid 3 (terlampir)
  8. Aktif di forum kebijakan kesehatan nasional
  9. Penyusunan standar profesi kesehatan masyarakat kurikulum pendidikan kesehatan masyarakat yang telah kami serahkan kepada Menteri Kesehatan RI dan stakeholder lainnya
  10. Penyusunan draft Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Penyelenggaraan Tenaga Profesional Kesehatan Masyarakat yang telah diserahkan kepada Menteri Kesehatan RI dan stakeholder lainnya

 

Kegiatan Eksternal Organisasi Persakmi (Peran dan Fungsi Kegiatan Kesmas)

Dalam menjalani visi Persakmi, yaitu “menjadi organisasi profesi kesehatan masyarakat penggerak utama pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia”, Persakmi turut berkontribusi dalam proses pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Ditandai dengan keberadaan ribuan bahkan jutaan Sarjana Kesehatan Masyarakat yang tersebar di seluruh pelosok negeri, dalam menjalani tugas, peran dan fungsinya sebagai bagian dari tenaga kesehatan, yang menitikberatkan pada aspek promotif dan preventif.

Persakmi berupaya mengembangkan program kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan memperkuat jejaring kemitraan strategis bidang kesehatan dengan bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan. Saat ini Persakmi sedang mengembangkan Sahabat Sedaya (Program Desa Sehat Berdaya), sebagai wujud implementasi kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Indonesia melalui pendekatan Keluarga Sehat. Program Desa Sehat Berdaya merupakan suatu gerakan masyarakat desa yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong menuju desa sehat.

Dalam program 1000 hari kehidupan pertama (HPK), Persakmi turut memberikan dukungan implementasi konsep Layanan Terpadu Pra Nikah (Laduni), yang dikembangkan oleh satu pengurus pengurus pusat Persakmi, sebagai salah satu program pengembangan model layanan pra konsepsi dalam kerangka mensukseskan program 1000 HPK.

Sebagai kontribusi dalam pengembangan public health literacy, Persakmi mempunyai program penyusunan buku bacaan berupa Gugus Opini Kesehatan Masyarakat, saat ini sudah dilaksanakan 3 kali penerbitan. Tujuan diterbitkannya buku ini diantaranya sebagai upaya literasi bidang kesehatan kepada masyarakat luas.

Dan masih banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan Persakmi, dalam perannya dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, sebagaimana tagline yang selalu dikumandangkan dalam lagu Mars Persakmi, yaitu “Kita Melayani, Kita Mengabdi, Membangun Indonesia Sehat”.

——————————————————————————————————————————————————–

Sejarah Kegiatan Keorganisasian :

  • KONAS I di Ujung Pandang, 21 Mei 1998.
  • KONAS II di Surabaya, 8 – 10 Agustus 2008.
  • MUNASLUB PERSAKMI dan Forum Ilmiah SKM, di Semarang, tgl 8-9 Agustus 2009 –> Perubahan nama PERSATUAN menjadi Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) –> Terbentuk pengurus pusat PERSAKMI periode 2009-2013
  • Munas IV Persakmi, di Jember pada tanggal 15-17 November 2013 –> Terbentuk pengurus pusat Persakmi periode 2013-2017
  • Munas V Persakmi, di Padang pada tanggal 6-7 September 2017 –> Terbentuk pengurus pusat Persakmi periode 2017 – 2021 dan perubahan singkatan Persakmi menjadi “Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia”

Legalitas Organisasi Persakmi :

– Akta Notaris, Nomor: 03 Tanggal 29 Oktober 2009 oleh Notaris Suwondo Rahardjo, SH yang berkedudukan di Semarang
– Terdaftar Wajib Pajak, Nomor: PEM-11463/WPJ.10/KP.1503/2009
— Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-07.AH.01.06 Tahun 2010 tentang Pengesahan Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia

————————————————————————————————————————————————————