Bagaimana saya mengendalikan kegalauan?

Surabaya,  26 Februari 2018

Info Kesmas – Pada zaman now kegalauan atau kecemasan sepertinya bukan barang langka. Malah sepertinya sudah seperti trend baru dalam cepatnya arus kekinian yang gampang berubah arah. Apalagi sejak zaman perpecahan di negeri ini yang demikian terbuka.

Tuh kaaan… jadi absurd bahasnya.

Balik topik lagi yaa. Kita bahas soal kegalauan anak-anak muda zaman sekarang, yang sepertinya gampang banget buat berputus asa.

Pernah baca berita kan? Soal anak SD yang naik tower karena ditolak cintanya?

Atau remaja bunuh diri karena diputusin pacarnya?

Klo ini sih bukan galau. Ini gila! Hahaha…

Eh tapi… mimin mau berbagi tips ini supaya kalian ga galau-galau banget.

Tips ini bisa menurunkan galau sampai level terrendah.

Kita seriusan dikit yaa…

Hasil penelitian Selmi, dkk (2108) dari University of Manouba, Tunisia, menemukan fakta bahwa latihan sprint (lari cepat) dapat menurunkan tingkat kegalauan. Temuan ini dimuat dalam Jurnal Physiology and Behavior deangan judul “Self-confidence and affect responses to short-term sprint interval training”.

Dalam penelitian tersebut Selmi, dkk membuktikan bahwa pelatihan sprint berulang dapat meurunkan kecemasan somatic dan kecemasan kognitif. Penelitian itu juga menemukan bahwa sprint berulang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan penilaian penguasaan terhadap suatu materi.

Latihan sprint yang dilakukan dalam penelitian tersebut dengan jarak 20 meter, dilakukan sebanyak 20 kali, dengan jeda 20 detik setiap kali sprint. Bila latihan tersebut kita lakukan selama 3 kali seminggu, maka menurut hasil penelitian tersebut nilai-nilai manfaat tadi bisa kita dapatkan. Menjadi tidak galau, tambah cerdas dan lebih percaya diri.

Jadi bagaimana… sudah siap untuk berlari? Asal jangan lari dari kenyataan aja sih. #eh

(@dl)

 

Sumber: Selmi, W., Rebai, H., Chtara, M., Naceur, A., Sahli, S., 2018. “Self-confidence and affect responses to short-term sprint interval training”. Physiology and Behavior Journal. Volume 188, 1 May 2018, Pages 42-47. DOI: 10.1016/j.physbeh.2018.01.016

happy wheels

One thought on “Bagaimana saya mengendalikan kegalauan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares